Pro-Int Dinamika

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Pengertian & Indikator Penting Penilaian Kinerja Karyawan

Setiap perusahaan memiliki metode yang berbeda-beda dalam melakukan penilaian kinerja. Dengan adanya penilaian kinerja ini, perusahaan dapat mengetahui kualitas hasil kerja serta memperoleh informasi terkait bakat dan kompetensi yang dimiliki masing-masing karyawannya.

 

Penilaian kinerja karyawan biasanya dilakukan dalam kurun waktu tertentu, mulai dari setiap bulan, setiap kuartal atau bahkan setiap tahun baik di pertengahan maupun akhir tahun. Terdapat berbagai indikator yang akan digunakan dalam melakukan penilaian.

 

Bagaimana contoh penilaian kinerja karyawan yang baik? Apa saja indikator yang diperlukan dalam penilaian kinerja karyawan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Pengertian Penilaian Kinerja Karyawan

 

Penilaian Kinerja Karyawan

 

Penilaian kinerja atau yang sering disebut sebagai performance appraisal merupakan serangkaian proses yang dilakukan perusahaan untuk mengevaluasi serta memberikan feedback terkait kinerja karyawannya. Penilaian kinerja dirancang untuk mengevaluasi keahlian dan tanggung jawab karyawan dalam menjalankan tugas yang diberikan.

 

Hasil yang diperoleh dari penilaian kinerja dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam memberikan promosi jabatan ataupun kenaikan gaji. Tidak hanya itu, hasilnya pun dapat menjadi dasar kajian untuk perencanaan selanjutnya yang berhubungan dengan perusahaan atau dengan pribadi karyawan yang bersangkutan, seperti merancang program pelatihan yang sesuai dengan potensi dan kemampuan karyawan.

 

Penilaian kinerja karyawan harus secara rutin dilakukan agar dapat melihat perkembangan kualitas karyawan dalam membantu perusahaan mencapai tujuannya. Selain itu, tujuan dari adanya penilaian kinerja adalah untuk menetapkan tingkat kesuksesan seorang karyawan dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab yang diberikan pada setiap pekerjaannya.

 

Siapa Saja yang Dapat Melakukan Penilaian Kinerja?

 

Proses penilaian kinerja umumnya dilakukan oleh pihak manajemen, atasan langsung secara hierarkis seperti manajer atau supervisor, karyawan itu sendiri, bawahan, rekan kerja, tim atau pihak lain yang diberikan wewenang untuk memberikan penilaian.

 

Tujuan dalam Penilaian Kinerja Karyawan

 

Tujuan dilakukannya penilaian kinerja karyawan adalah sebagai berikut:

 

    • Mengukur kinerja masing-masing karyawan agar dapat menjadi acuan dalam mengembangkan karier dan kualitas kerja yang perlu ditingkatkan
    • Memberikan pengakuan dan penghargaan atas kontribusi serta pencapaian yang telah dilakukan sehingga karyawan akan semakin termotivasi dalam meningkatkan kinerjanya
    • Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal melalui berbagai program pelatihan yang dirancang berdasarkan hasil penilaian kinerja
    • Sebagai wadah untuk tindakan koreksi atau perbaikan atas pekerjaan yang dirasa kurang sesuai dengan deskripsi pekerjaan sehingga dapat meningkatkan efisiensi kinerjanya
    • Sebagai bahan kajian bagi atasan dalam memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menerima promosi jabatan, bonus atau kenaikan gaji
    • Menyamakan kemampuan karyawan dengan visi dan tujuan perusahaan
    • Sebagai acuan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi pembagian beban kerja secara tepat.

 

Indikator Utama dalam Melakukan Penilaian Kinerja

 

1. Tepat Waktu

 

Tepat Waktu Dalam Bekerja

 

Indikator ketepatan waktu umum digunakan oleh perusahaan yang memiliki jenis pekerjaan dengan deadline waktu yang tidak bisa dilanggar. Indikator ini akan menggambarkan seberapa produktif dan efisien karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Semakin singkat waktu yang dibutuhkan maka semakin efisien proses kerjanya.

 

2. Tanggung Jawab

 

Tanggung jawab merupakan indikator penilaian kinerja karyawan yang penting dan tidak boleh dilewatkan. Indikator ini akan menilai sikap bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan kepada karyawan. Umumnya, penilaian pada indikator ini digunakan untuk karyawan yang baru bergabung dengan perusahaan.

 

3. Kuantitas Hasil Pekerjaan

 

Penilaian kinerja karyawan juga dilakukan berdasarkan atas tercapainya target karyawan dalam kurun waktu tertentu (harian, mingguan maupun bulanan). Target yang telah dicapai itu akan dikonversikan dalam ukuran kuantitas. Indikator ini umum digunakan karena dianggap lebih mudah dilakukan karena diukur dalam bentuk angka.

 

4. Kualitas Hasil Pekerjaan

 

Selain dari segi kuantitas, kualitas hasil pekerjaan juga penting sebagai salah satu indikator penilaian kinerja karyawan. Indikator ini akan menentukan keahlian, keterampilan, potensi dan tingkat kompetensi karyawan. Hasil pekerjaan yang berkualitas akan memenuhi standar perusahaan.

 

5. Absensi Kehadiran

 

Kehadiran mencerminkan kedisiplinan dan komitmen karyawan dalam bekerja. Selain itu, kehadiran juga menunjukkan kepatuhan karyawan dalam menjalankan kebijakan perusahaan terkait waktu kerja dan kesadaran atas kewajibannya sebagai seorang karyawan.

 

Tingkat kehadiran karyawan diukur berdasarkan ketepatan jam masuk dan penyelesaian kerja. Apabila adanya keterlambatan yang berulang akan mengurangi jam kerja yang akan berpengaruh pada menurunnya tingkat produktivitas karyawan.

 

6. Kemampuan Bekerja Dalam Tim

 

Indikator penilaian kinerja ini akan menilai kemampuan karyawan dalam menjalankan tugasnya dalam tim, bagaimana mereka menjalin komunikasi dengan atasan, sesama rekan kerja dan bawahan hingga mampu berkolaborasi dengan tim atau divisi lain.

 

Indikator ini penting karena ada beberapa karyawan yang mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik namun kurang mampu memposisikan diri saat bekerja sama dalam tim.

 

7. Karakter

 

Karakter memiliki peran cukup penting sebagai indikator penilaian kinerja karyawan. Untuk beberapa perusahaan, karakter kandidat yang sesuai dengan budaya perusahaan menjadi syarat utama.

 

8. Perilaku

 

Selain karakter, perilaku juga tidak kalah penting dalam indikator penilaian kinerja, bahkan menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting bagi perusahaan khususnya bagi karyawan kontrak atau karyawan dalam masa percobaan.

 

Meskipun target tercapai tetapi memiliki perilaku yang buruk seperti sering bolos, tidak disiplin, menolak perintah atasan atau terlibat konflik dengan rekan kerja, perusahaan cenderung tidak akan mempertahankan karyawan tersebut.

 

9. Inisiatif

 

Karyawan yang memiliki inisiatif dinilai positif oleh perusahaan karena dianggap mampu melakukan tanggung jawabnya tanpa memerlukan pengawasan secara terus menerus dari atasan.

 

10. Kepemimpinan

 

Kepemimpinan menjadi salah satu keterampilan sosial yang dijadikan indikator penilaian kinerja. Karyawan dengan jiwa kepemimpinan yang kuat mampu memberikan pengaruh positif bagi timnya.

 

Optimalkan Penilaian Kinerja Karyawan dengan Aplikasi HRIS

 

Penilaian kinerja karyawan umum dilakukan oleh perusahaan secara berkala (setiap akhir bulan, setiap kuartal atau setiap tahun). Dalam pengadaannya perusahaan perlu menyiapkan berbagai indikator untuk mengukur performa karyawan yang disesuaikan dengan target penilaian serta pencapaian yang diharapkan perusahaan.

 

Semakin berkembangnya teknologi, penilaian kinerja karyawan tidak perlu lagi dipusingkan dengan banyaknya tumpukan kertas ataupun menghabiskan waktu berjam-jam untuk menghitung hingga merekap hasil penilaian kinerja.

 

Dengan Aplikasi HRIS kini penilaian kinerja dapat dilakukan lebih mudah & cepat. Mulai dari pembuatan template penilaian, pengisian, proses pengelolaan hingga hasil penilaian yang diperoleh seluruhnya dapat dilakukan dalam satu sistem yang terintegrasi.

 

360 Degree Feedback

 

Metode 360 degree feedback, atau yang sering juga disebut sebagai multi-rater feedback, merupakan metode penilaian kinerja karyawan yang bersifat kualitatif. Penilaian ini dilakukan dengan mengumpulkan feedback dari berbagai pihak yang berinteraksi langsung dengan objek evaluasi.

 

Pihak yang umumnya dilibatkan dapat berupa:

 

  • Self-appraisal, merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh objek evaluasi untuk melihat kinerja dan memahami kekuatan serta kelemahannya sendiri
  • Managerial review, merupakan tinjauan penilaian individu karyawan dan tim yang diberikan oleh manajer (atasan)
  • Peer review, merupakan penilaian dan evaluasi yang dilakukan oleh rekan kerja dalam satu tim
  • Subordinates Appraising Manager (SAM), merupakan penilaian yang melibatkan bawahan untuk menilai atasannya
  • Customer or client review, merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak eksternal seperti pelanggan atau klien dari objek evaluasi.

 

Aplikasi HRIS Pro-Int juga telah menyediakan sistem penilaian kinerja dengan metode 360 degree feedback sehingga hasil penilaian bersifat lebih objektif karena perusahaan dapat memilih berbagai jenis penilai dalam proses penilaiannya.

 

Dengan begitu, perusahaan akan mendapatkan pemahaman yang lebih jelas terkait performa kinerja yang dimiliki karyawan. Proses identifikasi karyawan dengan kinerja yang bagus dan berpotensi sebagai pemimpin menjadi lebih mudah dilakukan.

 

Tertarik? Hubungi kami sekarang dan konsultasikan kebutuhan Sistem HR untuk permudah proses penilaian kinerja karyawan perusahaan Anda. Rasakan juga berbagai manfaat yang dapat diperoleh melalui penggunaan Aplikasi HRIS dari Pro-Int Dinamika.

Kelola HR Otomatis

Absensi Online, Payroll, PPh 21, Mengatur Jadwal Kerja Karyawan Sampai Mengelola Pengembangan Karyawan atau Performance Appraisal

Terintegrasi Dalam Satu Aplikasi 

Coba Sekarang

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Baca Artikel Lainnya :

PT Pro-Int Dinamika

Telp: +62 2150122299

Email: sales@pro-int.com

Lippo St. Moritz Office Tower, 17th Floor,

Unit 1701, West Jakarta City,

Jakarta 11610

© Pro-Int Dinamika 2021. All Right Reserved