Dalam kehidupan sehari-hari, istilah “multitasking” bukan lagi sesuatu yang asing untuk didengar saat membicarakan tentang pekerjaan dan produktivitas.
Istilah multitasking dikenal sebagai kemampuan untuk mengerjakan banyak tugas secara bersamaan dalam satu waktu sehingga dianggap memiliki produktivitas tinggi.
Banyak orang menganggap bahwa bukan lagi hal yang mustahil untuk melakukan multitasking saat menjalankan pekerjaan, bahkan sebagian orang seringkali menjalankannya sebagai kebiasaan sehari-hari.
Multitasking kini dianggap sebagai kemampuan yang penting & harus dimiliki sekarang ini agar dapat produktif dalam bekerja, dimana beberapa pekerjaan dapat dikerjakan dengan cepat dan selesai sekaligus pada saat itu juga.
Namun tahukah kamu jika sebenarnya pada dasarnya manusia tidak memiliki kemampuan yang baik dalam ber-multitasking dan adanya dampak buruk yang dapat menyebabkan pekerjaan jadi kurang maksimal?
Pada artikel berikut ini akan dibahas dengan lebih lengkap segala rasa penasaranmu mengenai multitasking, mulai dari pengertian, kelebihan & kekurangan, hingga tips melakukan multitasking yang baik.
Ayo simak bersama!
Pengertian Multitasking

Apa itu Multitasking? Menurut Verywell Mind multitasking memiliki 2 pengertian. Yang pertama berarti melakukan dua atau lebih tugas dalam satu waktu. Yang kedua berarti memindahkan fokus dari satu tugas ke tugas lainnya secara cepat
Dapat disimpulkan, multitasking adalah kemampuan manusia dalam mengerjakan banyaknya tugas yang diterima bersamaan dalam satu waktu yang singkat & bersamaan dengan harapan dapat diselesaikan dengan cepat.
Perilaku multitasking dapat berupa aktivitas yang dilakukan dengan beralih bolak balik dari satu tugas ke tugas yang lain.
Multitasking seringkali dibutuhkan dalam mengupayakan selesainya tugas yang ada dalam kehidupan sehari-hari dengan segera, tepat dan efisien. Tidak dapat dipungkiri, multitasking menjadi salah satu kemampuan yang banyak dicari dalam berbagai jenis pekerjaan.
Dalam praktiknya, seorang individu cenderung memberikan perhatian yang lebih lama pada satu tugas sebelum berpindah ke tugas yang lain. Kadangkala hal ini menyebabkan terjadinya tumpang tindih pada tugas-tugasnya.
Kegiatan ini dianggap kurang sehat terutama untuk pola pikir dan daya ingat manusia. Selain itu, tanpa disadari multitasking justru dapat menyebabkan distraksi sehingga seseorang kesulitan untuk berkonsentrasi dan fokus terhadap pekerjaannya.
Contoh Multitasking
Beberapa jenis pekerjaan yang sering melakukan kegiatan multitasking yaitu seorang customer service, staf administrasi, guru, perawat, produser, jurnalis, digital marketing, event planner, event organizer dan masih banyak lagi.
Berikut beberapa contoh dari kegiatan multitasking yang sering dilakukan saat bekerja:
- Merencanakan strategi konten, merancang, editing hingga menjadwalkan waktu posting, di saat yang bersamaan juga mengawasi dan meninjau banyak akun media sosial
- Mengurus kelengkapan berbagai dokumen klien dalam jumlah yang banyak sekaligus (tugas administratif)
- Aktif dalam beberapa proyek sekaligus dalam satu waktu
- Merancang proposal sembari menjadwalkan aktivitas subkontraktor
- Sesederhana mendengarkan lagu sambil mengerjakan tugas menghitung juga termasuk kegiatan multitasking
Alasan Melakukan Multitasking

Multitasking juga dapat terbentuk karena budaya yang ada, dimana lingkungan disekitarnya terbiasa melakukan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu yang bersamaan.
6 alasan yang melatarbelakangi seseorang melakukan multitasking:
- Tuntutan pekerjaan
Beberapa perusahaan mewajibkan karyawannya untuk melakukan multitasking, bisa diandalkan, siap dan mampu merespon dengan cepat saat muncul hal yang berkaitan dengan urusan pekerjaan.
- Keterbatasan waktu
Ketika banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam periode waktu yang terbatas, maka orang cenderung akan beralih antara tugas yang satu dan yang lain untuk menyelesaikan semuanya secepat mungkin.
- Kebutuhan mendesak
Kadangkala ada beberapa situasi mendesak dimana multitasking perlu dilakukan agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan sesuai dengan yang sudah direncanakan.
- Ketidaksabaran
Orang akan cenderung melakukan multitasking saat merasa tidak sabar. Padahal dalam melakukan sesuatu membutuhkan fokus yang intens. Sebagian orang seakan-akan tidak memerlukan waktu istirahat karena merasa tidak sabar untuk menyelesaikan seluruh tugasnya.
- Kombinasi tugas yang ringan
Beberapa tugas pada dasarnya dapat dilakukan secara bersamaan jika beban kerjanya ringan dan tidak memerlukan pemikiran mendalam, seperti mendengarkan podcast sambil lari sore.
- Rasa bosan
Ketika seseorang merasa bosan dengan tugas yang sedang dikerjakan, mereka akan memilih untuk melakukan hal lain, pekerjaan lain yang tidak terlalu membosankan.
Sebagai contoh menulis artikel sambil menonton youtube. Padahal bisa saja waktu pengerjaannya semakin lama dan tontonan yang diputar tidak dapat dinikmati secara baik.
Meskipun dengan adanya alasan diatas, perlu diingat jika multitasking tidak selalu efektif karena dapat mengurangi kualitas pekerjaan yang dilakukan.
Dalam beberapa kondisi, akan lebih baik jika perhatian sepenuhnya diberikan pada satu tugas dalam satu waktu agar memperoleh hasil yang lebih baik dan memuaskan.
Peranan Multitasking dalam Dunia Kerja

Seberapa besar peranan & pengaruh multitasking dalam dunia kerja?
Multitasking bukanlah kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang, namun dapat dilatih untuk menguasai kemampuan berikut ini.
Memang pada dasarnya tidak semua perusahaan menuntut karyawannya untuk mahir dalam melakukan multitasking.
Namun di satu sisi, perusahaan akan memberikan penilaian yang lebih baik terhadap karyawan yang dapat menyelesaikan tugasnya dengan lebih cepat dan berkualitas bagus yang akan berperan besar dalam meningkatkan produktivitas perusahaan.
Memiliki kemampuan multitasking yang baik membuatmu memiliki manajemen waktu dan disiplin yang baik sehingga setiap pekerjaan dapat diselesaikan, walaupun mengerjakannya satu per satu.
Setiap pekerjaan memiliki tanggung jawabnya tersendiri sehingga dapat memperkirakan beban kerja & resiko stres yang akan dialami. Selain itu, juga dapat mengetahui apakah pekerjaan tersebut membutuhkan kemampuan multitasking atau tidak.
Hal penting yang perlu diketahui juga adalah melakukan multitasking dapat membuat otak lelah dan mengakibatkan stres sehingga membutuhkan waktu istirahat karena otak manusia tidak dirancang untuk bekerja dengan intensitas tinggi secara terus-menerus.
Jangan memaksakan diri jika merasa tidak sanggup untuk melakukan multitasking. Tidak salah jika kamu ingin bermultasking, namun perlu juga mengetahui batasan diri.
Demikian penjelasan mengenai apa itu multitasking, contoh dan alasan mengapa multitasking banyak dilakukan, terutama dalam dunia kerja.
Banyak orang beranggapan multitasking tidak memberikan keuntungan, namun sebaliknya akan menurunkan produktivitas kerja. Simak selengkapnya pada artikel yang akan membahas apa saja kelebihan dan kekurangan, serta tips melakukan multitasking dengan benar.











