Pajak olahraga menjadi topik panas saat ini walaupun sudah resmi berlaku sejak 20 Mei 2025. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini resmi mengenakan pajak hiburan (PBJT) sebesar 10% untuk berbagai fasilitas olahraga komersial seperti padel, futsal, biliard, gym, hingga yoga.
Bagi pemerintah, tarif ini dianggap ideal: cukup rendah untuk menjaga iklim usaha, namun tetap berkontribusi pada pendapatan daerah. Bagi sebagian pelaku usaha dan masyarakat, ini adalah beban baru yang bisa mengurangi minat berolahraga, terutama di tengah biaya hidup yang kian tinggi.
Menariknya, kebijakan ini memunculkan paradoks: di satu sisi pemerintah gencar mendorong gaya hidup sehat, di sisi lain akses ke fasilitas olahraga berpotensi makin terbatas karena tarif pajak tambahan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap dasar hukum, jenis olahraga yang terkena pajak, pandangan pemerintah, kritik yang muncul, hingga perbandingan dengan daerah lain. Bacalah sampai akhir karena di bagian penutup akan ada solusi praktis bagi pengelola fasilitas olahraga untuk mengatur pajak dan operasional bisnis dengan lebih mudah dan efisien.

Dasar Hukum dan Jenis Olahraga yang Kena Pajak
Kebijakan ini bukanlah tanpa dasar. Pemberlakuan pajak 10% untuk olahraga mengacu pada:
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD).
- Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 dan Surat Keputusan Kepala Bapenda Nomor 257 Tahun 2025 yang memperkuat aturan di tingkat Jakarta.
Tarif pajak hiburan untuk olahraga ditetapkan sebesar 10% dan berlaku bagi 21 jenis olahraga seperti:
- Fitness (yoga, pilates, zumba)
- Lapangan futsal/sepak bola
- Tenis,
- Bulu tangkis,
- Basket,
- Voli
- Squash,
- Panahan,
- Kolam renang
- Ice skating,
- Panjat tebing,
- Biliard,
- Bowling,
- Berkuda
- Padel,
- Sasana tinju/bela diri,
- Jetski, hingga atletik/lari
Semua fasilitas olahraga yang memungut biaya sewa atau tiket masuk termasuk dalam kategori ini.
Paradoks dan Dampak pada Penggemar Olahraga
Meskipun bertujuan meningkatkan pendapatan daerah, kebijakan ini tidak luput dari kritik. Banyak yang menganggapnya sebagai “paradoks,” karena menempatkan olahraga yang penting untuk kesehatan setara dengan hiburan seperti konser atau bioskop. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat biaya hidup sehat menjadi lebih mahal, terutama bagi masyarakat umum.
Selain padel, pajak 10% ini juga berlaku untuk fasilitas olahraga komersial lainnya yang dianggap memiliki unsur hiburan. Sebut saja sewa lapangan futsal, tenis, squash, hingga tempat gym dan kolam renang komersial.
Pandangan Pemerintah: Tarif 10% Dinilai Ideal
Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyebut tarif 10% untuk olahraga padel adalah angka ideal. Tarif ini lebih rendah dari PPN nasional 11%, sehingga menurut pemerintah tidak akan memberatkan pelaku usaha sekaligus tetap mendukung penerimaan daerah.
Perbandingan dengan Daerah Lain
Tidak semua daerah menerapkan aturan seketat DKI Jakarta. Di Yogyakarta, pajak hiburan hanya dikenakan pada aktivitas tertentu seperti biliar dan bowling, sementara Bandung lebih selektif dan tidak mencakup olahraga seperti gym atau yoga.
Solusi untuk Pengusaha di Industri Olahraga
Perubahan regulasi ini tentu menambah kerumitan administrasi bagi para pengusaha. Mereka kini harus memastikan setiap transaksi tercatat dengan benar, pajak terhitung akurat, dan disetorkan tepat waktu.
Di sinilah Pro-Int ERP hadir sebagai solusi. Sebagai sistem Enterprise Resource Planning, Pro-Int ERP membantu Anda mengelola seluruh aspek bisnis secara terintegrasi, termasuk keuangan, penjualan, dan akuntansi. Dengan Pro-Int ERP, Anda dapat:
- Mengelola Keuangan dan Pajak Terpusat: Lacak setiap transaksi, hitung pajak secara otomatis, dan buat laporan keuangan dengan cepat.
- Memastikan Kepatuhan Regulasi: Sistem yang terintegrasi membantu Anda tetap patuh pada aturan pemerintah terkait perpajakan dan pelaporan.
- Meningkatkan Efisiensi Operasional: Automatisasi proses bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari pemesanan hingga penagihan.
Dengan Pro-Int ERP, Anda dapat mengelola bisnis dengan lebih teratur dan efisien, sehingga Anda bisa fokus pada pertumbuhan usaha. Konsultasikan bisnis olahraga Anda bersama Tim Profesional Pro-Int dan temukan manfaatnya sekarang juga. #YakinDenganProInt











