Tantangan Mengelola HR di Holding Company dan Multi Company

Table of Contents

Mengelola HR di Holding Company dan Multi Company

Holding company dan multi company sering muncul ketika sebuah bisnis mulai berkembang dan memiliki lebih dari satu perusahaan. Namun, apakah keduanya sebenarnya sama?

Ketika jumlah entitas bertambah, pengelolaan HR ikut menjadi lebih kompleks. Setiap perusahaan bisa memiliki data karyawan, struktur organisasi, kebijakan, dan proses payroll yang berbeda. Di sisi lain, manajemen tetap membutuhkan visibilitas yang jelas terhadap seluruh entitas dalam satu grup.

Lalu, apa perbedaan holding company dan multi company, serta bagaimana pengelolaan HR yang tepat untuk struktur bisnis seperti ini? Simak pembahasannya sampai akhir untuk memahami konsepnya dan mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan agar pengelolaan HR di setiap entitas tetap terintegrasi dan terkontrol.

Holding Company
Multi-Company

Holding Company dan Multi Company: Apa Hubungannya?

Holding company adalah perusahaan induk yang memiliki atau mengendalikan satu atau beberapa perusahaan lain yang disebut anak perusahaan.

Sementara itu, multi company adalah kondisi ketika satu grup bisnis mengelola beberapa perusahaan atau legal entity dalam satu organisasi atau sistem.

Keduanya saling berkaitan, tetapi bukan istilah yang sama. Holding company dapat memiliki struktur multi company karena harus mengelola beberapa anak perusahaan dengan legal entity yang berbeda.

Contohnya, satu holding memiliki PT A, PT B, dan PT C. Ketiga perusahaan tersebut bisa memiliki struktur organisasi, kebijakan HR, dan proses payroll yang berbeda. Inilah yang membuat pengelolaannya membutuhkan sistem multi company.

Berbeda dengan perusahaan yang hanya memiliki banyak cabang. Cabang masih berada di bawah satu legal entity, sedangkan multi company melibatkan beberapa legal entity.

Semakin banyak perusahaan yang dikelola, semakin penting sistem HR yang dapat mengelola seluruh entitas dalam satu platform, tanpa menghilangkan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Mengapa Pengelolaan HR Menjadi Lebih Kompleks di Holding Company dan Multi Company?

Ketika perusahaan hanya memiliki satu legal entity, pengelolaan HR umumnya berjalan dalam satu struktur, satu kebijakan, dan satu alur operasional. Data karyawan, payroll, hingga pelaporan juga berada dalam lingkup yang sama.

Kondisinya berbeda ketika perusahaan mengelola beberapa legal entity. Setiap entitas dapat memiliki struktur organisasi, kebijakan HR, sistem payroll, dan kebutuhan operasional yang berbeda. HR harus mengelola kebutuhan masing-masing perusahaan, sementara manajemen tetap membutuhkan visibilitas data secara menyeluruh.

Artinya, tantangannya bukan hanya mengelola lebih banyak karyawan atau perusahaan. HR juga perlu menjaga agar setiap entitas tetap fleksibel dalam menjalankan operasionalnya, tanpa membuat pengelolaan di tingkat grup menjadi terpisah-pisah.

Di sinilah kebutuhan akan sistem HR yang mampu mengelola beberapa entitas secara terintegrasi menjadi semakin penting.

Tantangan Mengelola HR di Holding Company dan Multi Company

Tantangan Mengelola HR di Holding Company dan Multi Company

Mengelola HR di beberapa perusahaan tidak hanya berarti mengelola lebih banyak karyawan. Perusahaan juga harus menghadapi perbedaan kebijakan, struktur organisasi, payroll, dan kebutuhan data di setiap entitas. 

1. Menyesuaikan Kebijakan HR di Berbagai Entitas

Setiap perusahaan dalam satu grup dapat memiliki kebijakan HR yang berbeda, mulai dari jam kerja, cuti, tunjangan, hingga proses payroll. Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar karena setiap entitas memiliki karakteristik bisnis dan kebutuhan operasional yang tidak selalu sama.

Tantangannya adalah bagaimana perusahaan tetap dapat mengakomodasi perbedaan tersebut tanpa mengorbankan konsistensi pengelolaan HR di tingkat grup.

2. Mengelola Struktur Organisasi yang Berbeda

Holding company maupun multi company umumnya memiliki struktur organisasi yang tidak seragam pada setiap entitas. Perbedaan jabatan, lini pelaporan, hingga alur persetujuan membuat pengelolaan HR menjadi lebih kompleks dibandingkan perusahaan dengan satu legal entity.

Kondisi ini membutuhkan sistem yang mampu mengikuti struktur masing-masing perusahaan tanpa mengurangi kemudahan koordinasi antar-entitas.

3. Mengelola Payroll di Berbagai Entitas

Payroll menjadi lebih kompleks karena setiap entitas dapat memiliki komponen gaji, tunjangan, lembur, dan aturan payroll yang berbeda. Prosesnya harus tetap akurat dan efisien, sementara data payroll tetap dapat digunakan untuk kebutuhan pelaporan grup. 

4. Menyediakan Data yang Terintegrasi untuk Tingkat Grup

Manajemen membutuhkan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi tenaga kerja di seluruh perusahaan. 

Data seperti Headcount, biaya tenaga kerja, turnover, maupun data strategis lainnya perlu dapat diakses secara lebih cepat untuk mendukung evaluasi dan pengambilan keputusan di tingkat grup.

5. Mendukung Pertumbuhan Bisnis Tanpa Menambah Kompleksitas Operasional

Seiring bertambahnya anak perusahaan atau legal entity, perusahaan memerlukan proses HR yang mampu mengikuti pertumbuhan tersebut. Tanpa pengelolaan yang tepat, kompleksitas operasional akan terus meningkat dan dapat memperlambat koordinasi antar-entitas.

Karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa pengelolaan HR tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga siap mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang.

Apa yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih HRIS untuk Holding Company dan Multi Company?

Memilih HRIS untuk holding company dan multi company tidak cukup hanya dengan melihat fitur pengelolaan karyawan. Sistem juga harus mampu mengikuti kebutuhan setiap entitas sekaligus memberikan kontrol dan visibilitas bagi manajemen di tingkat grup. 

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih HRIS untuk lingkungan holding company dan multi company antara lain:

Mendukung Banyak Legal Entity dalam Satu Platform

HRIS sebaiknya dapat mengelola beberapa perusahaan atau legal entity dalam satu sistem, sehingga operasional setiap entitas tetap terhubung tanpa harus menggunakan platform yang berbeda.

Fleksibel terhadap Kebijakan Setiap Entitas

Setiap perusahaan dapat memiliki aturan HR, struktur organisasi, dan proses payroll yang berbeda. HRIS harus dapat menyesuaikan kebutuhan tersebut tanpa mengganggu operasional entitas lainnya. 

Mendukung Konsolidasi Data untuk Tingkat Grup

Selain memenuhi kebutuhan operasional masing-masing perusahaan, HRIS juga perlu menyediakan data dan pelaporan yang membantu manajemen memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi SDM di seluruh grup perusahaan.

Mengatur Hak Akses Sesuai Kewenangan

Pengelolaan beberapa perusahaan membutuhkan kontrol akses yang jelas. HRIS harus memungkinkan hak akses diatur berdasarkan entitas, struktur organisasi, dan kewenangan pengguna. 

Siap Mendukung Penambahan Entitas 

Perusahaan yang terus berkembang memerlukan sistem yang dapat mengakomodasi penambahan entitas baru tanpa mengubah proses yang sudah berjalan. Dengan demikian, HRIS dapat mendukung kebutuhan bisnis tidak hanya saat ini, tetapi juga dalam jangka panjang.

Mengelola Holding Company dan Multi Company Bersama Pro-Int HRIS

Mengelola beberapa perusahaan tidak harus berarti menggunakan sistem yang terpisah. Pro-Int HRIS membantu perusahaan mengelola kebutuhan HR berbagai legal entity dalam satu platform, dengan fleksibilitas untuk menyesuaikan kebijakan dan proses di setiap entitas.ย 

Melalui Pro-Int HRIS, perusahaan dapat:

  • Mengelola multiple legal entity dalam satu sistem terintegrasi.
  • Menyesuaikan kebijakan dan proses HR sesuai kebutuhan masing-masing entitas.
  • Mengelola struktur organisasi dan payroll yang berbeda di setiap perusahaan.
  • Mengakses data dan laporan secara terintegrasi untuk memberikan visibilitas di tingkat grup.
  • Mengatur hak akses sesuai struktur dan kewenangan setiap entitas.
  • Menambahkan entitas baru seiring perkembangan bisnis tanpa harus membangun sistem dari awal.

Dengan satu platform, perusahaan dapat memberikan fleksibilitas bagi setiap entitas sekaligus menjaga kontrol dan visibilitas HR di tingkat grup. Hasilnya, pengelolaan HR menjadi lebih terstruktur dan lebih siap mengikuti perkembangan bisnis. 

Kesimpulan

Semakin banyak legal entity yang dikelola, semakin kompleks pula kebutuhan HR. Perusahaan perlu menjaga fleksibilitas setiap entitas sekaligus memastikan data dan tata kelola HR tetap terintegrasi di tingkat grup.

Karena itu, HRIS untuk holding company dan multi company perlu mampu mengelola berbagai entitas, menyesuaikan kebutuhan masing-masing perusahaan, dan tetap mendukung pertumbuhan bisnis.

Pro-Int HRIS

Pro-Int HRIS membantu perusahaan mengelola berbagai legal entity dalam satu platform dengan fleksibilitas dan visibilitas di tingkat grup. Diskusikan kebutuhan HR perusahaan Anda bersama tim Pro-Int untuk menemukan solusi yang sesuai. #YakinDenganProInt

Mulai Transformasi Bisnis Anda

#YakinDenganProint
Partner Tepat untuk Bisnis Anda

Dipercaya oleh perusahaan-perusahaan terdepan di Indonesia