Tahukah Anda jika mempertahankan karyawan yang berkinerja tinggi memiliki pengaruh terhadap kesuksesan perusahaan? Disinilah pentingnya employee retention.
Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, setiap perusahaan tentu ingin karyawannya yang kompeten memiliki dedikasi untuk bekerja dalam waktu yang lama.
Karyawan yang merasa nyaman akan secara aktif terlibat & loyal terhadap perusahaan sehingga kemungkinan mereka mencari peluang di perusahaan lain akan kecil.
Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan berbagai upaya dan merancang strategi dalam memastikan karyawan merasa puas, terlibat dan terikat dengan perusahaan.
Meskipun retention rate pada suatu perusahaan belum begitu baik, ini bukanlah akhir. HR harus mulai secara aktif merancang berbagai strategi & kebijakan. Dengan tujuan mendorong agar karyawan tetap tinggal, mengurangi turnover dan mempertahankan talenta yang berharga.
Pada artikel sebelumnya telah dibahas dengan lebih rinci apa itu employee retention, mengapa hal ini penting serta apa saja manfaat yang dapat diberikan dengan menjaga employee retention dalam perusahaan.
Setelah mengetahui manfaat dan pentingnya employee retention, lalu apa saja tindakan yang dapat dilakukan perusahaan?
Berikut 12 tipsnya!
Bentuk Budaya Perusahaan yang Kuat
Budaya perusahaan akan mempengaruhi bagaimana karyawan bekerja, bagaimana budaya tersebut mendorong interaksi antara karyawan dengan perusahaan dan nilai-nilai yang ditanamkan.
Menciptakan budaya yang berorientasi pada kolaborasi, mendorong kerjasama & mengajak karyawan untuk terus terlibat aktif dalam kegiatan perusahaan menjadi salah satu hal yang penting dalam membangun budaya perusahaan yang kuat.
Pada akhirnya karyawan akan merasa nyaman. Perusahaan pun dapat mempertahankan mereka dalam jangka waktu yang lama. Karyawan juga akan tumbuh secara profesional & merasa lebih terlibat dengan pekerjaan mereka.
Lingkungan Kerja yang Positif
Perusahaan wajib mengetahui jika lingkungan kerja yang tidak sehat menjadi salah satu alasan utama mengapa karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri.
Suasana kerja yang memberikan banyak tekanan & stres akan mempengaruhi produktivitas serta kinerja serta kesehatan mental karyawan sehingga akan berdampak negatif terhadap pekerjaan, seperti tertundanya pekerjaan.
Oleh karena itu sangat penting bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan dan nyaman sebagai upaya mempertahankan karyawan yang kompeten.
Berikan Kebebasan Berpendapat & Bersikap Transparan
Membangun komunikasi yang transparan, efektif serta inklusif antara manajemen dan karyawan berperan penting dalam manajemen employee retention.
Perusahaan yang memberikan kebebasan bagi karyawan dalam mengemukakan pendapat, ide serta memberikan feedback membuat mereka merasa dihargai, didengar dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Adanya ruang terbuka untuk mengutarakan pendapat akan melatih komunikasi internal menjadi lebih baik sehingga karyawan dapat terus turut berpartisipasi dalam mewujudkan tujuan perusahaan.
Sediakan Ruang untuk Pengembangan Karir
Perusahaan perlu memberikan ruang bagi karyawan untuk terus belajar dan mengembangkan skill, bakat serta kemampuannya secara profesional.
Diawali dengan melakukan asesmen untuk menemukan minat, kelebihan dan kekurangan mereka, kemudian menyusun program pelatihan yang paling efektif untuk masing-masing karyawan.
Selain melalui program pelatihan, perusahaan dapat memberikan karyawan peluang untuk memperoleh promosi jabatan sehingga memperluas ruang mereka untuk terus berkembang.
Proses pembelajaran juga dapat dilakukan dengan memberikan tugas yang lebih menantang dan diluar rutinitas kebiasaan agar mereka dapat mempertajam keterampilan sembari membangun jalan karirnya.
Seluruh hal ini menunjukkan jika perusahaan peduli terhadap pertumbuhan dan masa depan karir karyawan agar tetap kompetitif. Sehingga dapat mendorong loyalitas dan memotivasi karyawan untuk tetap bekerja.
Tawarkan Benefit yang Kompetitif
Dalam mempertahankan karyawan yang berniat untuk resign, memberikan benefit yang kompetitif dapat menjadi salah satu cara. Tidak hanya dengan peningkatan gaji dan tunjangan, namun juga melalui pemberian beberapa fasilitas pendukung lainnya.
Seperti menyediakan makan siang gratis, ruangan parkir, snack, aturan berpakaian, asuransi kesehatan, jam kerja yang fleksibel, hak cuti bersama, jaminan hari tua dan fasilitas pendukung lainnya yang dapat mendorong karyawan memiliki hidup yang layak dan produktif.
Dengan demikian karyawan akan merasa termotivasi, meningkatkan kesejahteraan serta inisiatif kerja. Pemberian kompensasi yang adil akan mempertahankan karyawan lama yang kompeten, juga akan menarik karyawan baru untuk ikut bergabung dalam perusahaan.
Prioritaskan work-life balance
Menghargai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional penting untuk perusahaan perhatikan. Baik bagi karyawan yang bekerja secara wfo, remote maupun hybrid yang mana menetapkan kebijakan jadwal kerja yang lebih fleksibel.
Perusahaan perlu memastikan beban kerja yang dimiliki karyawan dapat ditangani dengan baik, tugas yang harus dikerjakan tidak terlalu banyak dan tidak melampaui batas yang seharusnya.
Di satu sisi perusahaan juga perlu mengefektifkan waktu serta memberikan fleksibilitas kerja agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efisien dan tidak mengalami stres, kelelahan apalagi burnout.
Apresiasi Kontribusi Karyawan
Semua orang akan senang jika merasa dihargai terutama dalam lingkungan kerja. Jika karyawan merasa tidak diakui hasil kerjanya, maka mereka akan cenderung mencari peluang di tempat lain.
Oleh karena itu, berikan apresiasi atas kinerja dan pencapaian mereka. Pemberian apresiasi dapat berupa ucapan terima kasih, penghargaan, insentif atau bonus, kenaikan gaji, promosi jabatan dan lain-lain.
Dengan begitu karyawan akan merasa dihargai dan meningkatkan kepuasan kerja sehingga mendorong mereka untuk terus berprestasi, memberikan yang terbaik dan cenderung lebih terikat dengan perusahaan.
Beban Kerja Sesuai Jobdesk
Komunikasikan dengan jelas apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab karyawan. Namun perlu diingat pekerjaan yang diberikan harus sesuai dengan apa yang sudah disepakati di awal karyawan masuk dan memulai hari pertama bekerja.
Perusahaan juga perlu memaparkan ekspektasinya secara transparan dan realistis kepada karyawan dari awal sehingga mereka tahu apa yang perusahaan harapkan dari mereka serta merasa termotivasi untuk mencapainya.
Rekrut Kandidat yang Tepat

Akan lebih mudah jika perusahaan mempertahankan karyawan yang sudah sesuai dengan budaya yang berlaku. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mencari talenta yang cocok dengan pekerjaan, budaya, gaya kepemimpinan, gaya kerja tim serta visi & misi perusahaan.
Jika tidak, maka besar kemungkinan tingkat turnover dalam perusahaan meningkat karena ketidakcocokan antara karyawan dan perusahaan.
Ketika talenta merasa cocok dengan budaya dan pekerjaannya, mereka cenderung akan merasa puas karena sejalan dengan minat dan gaya kerjanya sehingga employee retention akan meningkat dari hari pertama.
Lakukan Interview 1-on-1
HR diharapkan dapat melakukan wawancara 1-on-1 secara tatap muka dengan karyawan yang ingin resign sebagai salah satu cara mempertahankan mereka.
Melalui wawancara ini maka perusahaan akan mengetahui alasan dan faktor apa yang melatarbelakangi karyawan ingin mengundurkan diri. Hal ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan.
Setelah mengetahui alasannya, perusahaan mungkin dapat meminta karyawan untuk memikirkan kembali keputusan untuk mengundurkan diri dan sarankan jalan keluarnya.
Manajemen Kepemimpinan yang Efektif
Tidak jarang karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri karena ketidakcocokan dengan atasan dan manajemen perusahaan. Karyawan merasa pemimpin timnya terlalu otoriter, mengekang dan bersikap tidak adil.
Lama kelamaan, karyawan akan merasa tertekan dan menjadi tidak nyaman. Daripada pemimpin yang hanya memberikan perintah tanpa mau tahu menahu tentang kondisi lapangan, karyawan akan merasa lebih senang jika memiliki pemimpin yang mampu mengayomi dan berjalan bersama dengan mereka.
Manfaatkan Bakat & Keterampilan Karyawan
Dengan mengetahui kemampuan dan kompetensi yang dimiliki karyawan, perusahaan dapat menempati mereka di posisi yang tepat yang akan mendorong mereka untuk melakukan pekerjaannya sesuai kelebihan yang dimiliki.
Jika tidak, maka karyawan akan merasa sia-sia dan hanya membuang waktu dalam posisi yang salah sehingga memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan.
Di sisi lain, perusahaan juga wajib mengadakan program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan untuk mempertajam keterampilannya agar performa yang diberikan akan lebih baik.
Perusahaan juga dapat menciptakan posisi baru dengan tujuan mempromosikan talenta sesuai kelebihan mereka yang sebenarnya dan memberi kepuasan karena berada dalam karir yang sesuai.
Banyak upaya yang dapat perusahaan lakukan dalam meningkatkan employee retention. Dengan merancang kebijakan yang tepat maka perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang menarik, mendukung kesejahteraan, pertumbuhan & perkembangan serta mempertahankan talenta yang berharga.
Dapatkan lebih banyak lagi artikel seputar dunia HR, ERP, Akuntansi dan Payroll dengan mengunjungi laman blog kami.
Ingin dapatkan informasi mengenai digitalisasi proses HR & ERP melalui sistem lengkap dan terintegrasi? Hubungi tim profesional kami sekarang!
Pro-Int Dinamika | Penyedia Aplikasi HR, ERP & Jasa Payroll Outsourcing Terbaik di Indonesia











