Burnout kerap kali dialami orang-orang yang sering dipaksa atau bahkan memaksakan diri untuk bekerja secara berlebihan. Sehingga merasa kewalahan baik secara fisik, mental maupun emosional. Jika dibiarkan berlarut-larut akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.
Patut kamu waspadai apabila belakangan ini kamu sering merasa lelah tanpa alasan, harus diwaspadai mungkin saja kamu tidak hanya sekedar lelah biasa, namun sedang mengalami burnout.
Namun, tanda-tanda burnout tidak hanya sebatas merasa lelah. Melalui artikel berikut ini, akan dibahas dengan lebih detail apa saja tanda-tanda burnout dan bagaimana cara tepat untuk mengatasinya.
Simak lebih lanjut dan semoga bermanfaat!
Apa itu Burnout?

Burnout adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan yang tidak teratasi sehingga membuat individu tersebut kehilangan semangat bekerja serta minat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Yang pasti burnout tidak muncul secara tiba-tiba, namun secara bertahap hingga terkadang sulit untuk disadari. Karena burnout, produktivitas akan terganggu, pencapaian kerja berkurang, mudah merasa lelah, kosong dan tidak mampu mengatasi masalah hidup.
Burnout cenderung akan menghabiskan energi sehingga pada akhirnya membuatmu merasa tidak bertenaga untuk beraktivitas. Efek negatif dari burnout pun akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari pribadi, pekerjaan hingga kehidupan sosial.
Meskipun tidak selalu dikaitkan dengan depresi, burnout juga digambarkan sebagai kondisi mental yang kurang baik. Jika dibiarkan berkepanjangan akan membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Oleh karena ini, kita perlu mencegah burnout sebelum terjadi.
Perbedaan Burnout & Stress
Stres dan burnout memang sama-sama menggambarkan kondisi mental yang menurun karena pekerjaan. Namun pada dasarnya burnout tidak sama dengan stres.
Pada dasarnya stres bisa dialami oleh banyak orang dalam kehidupan bekerjanya sehari-hari karena beban tanggung jawab yang cukup berat, tetapi tidak sampai mengalami kelelahan emosional.
Sedangkan burnout adalah kondisi stres yang sudah menumpuk selama beberapa periode waktu kerja, sehingga dapat disimpulkan jika burnout lebih besar daripada stres.
Burnout juga dapat muncul ketika seseorang menginvestasikan terlalu banyak emosi, intelektual hingga fisik, baik secara sadar maupun tanpa sadar, dalam pekerjaan tanpa adanya upaya untuk memulihkan diri atau beristirahat.
Penyebab Burnout
Burnout ditandai dengan kelelahan fisik dan emosional yang diakibatkan ekspektasi dan kenyataan kerja yang tidak berjalan sesuai apa yang dibayangkan. Mungkin saja juga karena perintah dari atasan yang datang terus-menerus tetapi tidak bisa dipenuhi.
- Faktor internal yang mencakup:
- Jenis kelamin, dimana perempuan lebih rentan mengalami burnout
- Usia, dimana usia dewasa muda (20-30 tahun) banyak mengalami burnout
- Status pernikahan, dimana karyawan yang sudah menikah cenderung lebih banyak mengalami burnout
- dll
- Faktor eksternal yang mencakup:
- Beban kerja terlalu berat
- Kurang mendapatkan apresiasi
- Bayangan tentang pekerjaan yang tidak jelas
- Jenis pekerjaan yang terlalu monoton atau bahkan terlalu dinamis
- Dinamika lingkungan kerja yang buruk
- Tidak adanya dukungan sosial
- Ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan
- dll
Tanda-tanda Burnout

Burnout umumnya dialami karyawan akibat beban kerja yang terlalu berat dan terus-menerus, adanya tekanan yang berkelanjutan serta ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan karyawan mengatasinya.
Ketika seseorang mengalami burnout, mereka akan merasa kehilangan minat untuk bekerja, bahkan pada pekerjaan yang sebelumnya sangat disukai.
- Lelah setiap saat
Ini adalah tanda paling umum ketika seseorang mengalami burnout, baik ketika maupun sedang tidak bekerja. Burnout tidak hanya membuatmu merasa lelah, namun juga seperti tidak mencapai apapun walaupun sudah melakukan pekerjaan dengan baik.
- Emosi tidak stabil
Tidak hanya lelah, burnout cenderung membuat emosi menjadi tidak stabil, seperti sedih terus-menerus atau lebih mudah marah bahkan terhadap hal yang sangat sepele sekalipun. Kamu menjadi sulit untuk mengontrol emosi sehingga menimbulkan stres berkelanjutan.
- Mudah sakit
Tanda kamu mengalami burnout adalah ketika tiba-tiba menjadi sering sakit, seperti sering pusing, pencernaan bermasalah, maag atau mungkin mual berlebihan.
Fakta mengatakan jika burnout mampu memicu berbagai penyakit, mulai dari penyakit pencernaan, depresi, obesitas, sakit kepala, nyeri otot, gangguan tidur hingga penyakit jantung.
- Tidak ada motivasi kerja
Ketika mengalami burnout, seseorang bisa saja tiba-tiba kehilangan motivasi untuk bahkan memulai bekerja. Hal ini bisa juga dipicu karena terlalu sering mengerjakan satu hal yang sangat repetitif sehingga timbul rasa jenuh.
- Hilang fokus
Tanda burnout juga ketika mudah kehilangan fokus terhadap pekerjaan maupun aspek lain dalam kehidupan. Kamu akan menjadi lebih sulit untuk fokus sehingga kualitas kerja pun menurun, yang bisa saja berdampak pada kehilangan pekerjaan.
- Hilang minat
Hitunglah berapa kali kamu bertanya ‘Mengapa saya melakukan ini?’ atau ‘Apa manfaatnya saya melakukan ini?’. Burnout membuatmu perlahan atau secara tiba-tiba memberi jarak pada pekerjaan dan juga merasa kehilangan minat pada aktivitas diluar pekerjaan.
Cara Identifikasi Burnout
Perusahaan dan setiap karyawan tentu memiliki tanggung jawab dalam mengurangi terjadinya burnout yang berlebihan. Berikut cara umum yang dapat membantu mengidentifikasi terjadinya burnout.
Bagi perusahaan
- Pantau perubahan perilaku karyawan, seperti dari data kehadiran yang menurun secara drastis dan berkepanjangan
- Lakukan survei kepuasan karyawan secara berkala dalam mengetahui apa yang karyawan rasakan tentang pekerjaan dan juga identifikasi potensi stres
- Sediakan fasilitas dan support terhadap kesejahteraan karyawan, seperti melalui pemberian compensation & benefit
Bagi Karyawan
- Perhatikan perubahan mood/emosi saat bekerja, apakah kamu sulit untuk konsentrasi, tidak bersemangat atau bahkan mudah tersinggung dengan hal kecil
- Selain mood, perhatikan perubahan fisik seperti adanya perubahan pola makan, sangat mudah merasa lelah atau lebih sering sakit
- Temukan sumber stres, apakah dari pekerjaan atau area kehidupan lainnya
Bagaimana cara mengatasi Burnout?
Burnout adalah kondisi serius yang perlu diatasi sesegera mungkin mengingat betapa berbahayanya burnout terhadap produktivitas kerja, kesehatan fisik dan mental. Jika kamu bingung bagaimana cara mengatasinya, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan ketika mengalami burnout.
Istirahat dan Rekreasi
Burnout bisa saja menjadi tanda jika kamu membutuhkan waktu untuk beristirahat dan membebaskan diri sementara waktu dari pekerjaan. Luangkan waktu untuk tidur, lakukan hal yang membuatmu bahagia, rekreasi dan bersantai di akhir pekan. Mengambil cuti untuk liburan juga dapat menjadi solusi agar pikiran dan tubuh terasa lebih segar.
Rutin Berolahraga
Mulai aktif melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang kamu sukai secara teratur dapat mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati, seperti jogging, berenang, atau yoga.
Menjalani terapi dan konseling
Berbicara dengan konselor mungkin dapat menjadi solusi untuk mendapatkan dukungan emosional dan strategi dalam mengatasi stres, pikiran negatif dan emosi tidak stabil yang berkaitan dengan burnout.
Menerapkan work-life balance
Temukan keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi dan waktu untuk diri sendiri dengan menetapkan batas antara waktu bekerja dan waktu beristirahat. Jika memungkinkan, jangan bawa pekerjaan ke rumah dan berikan diri waktu untuk bersantai.
Tentukan prioritas
Bijak dalam mengatur waktu dan menentukan prioritas, fokus pada tugas yang penting dan mendesak, hindari menumpuk terlalu banyak pekerjaan serta tanggung jawab.
Lakukan Hobi
Sisihkan waktu untuk melakukan hobi atau berbagai aktivitas yang disenangi di luar pekerjaan, seperti membaca, menulis, journaling, melukis atau memasak dalam mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosionalmu.
Kurangi ekspektasi dan berikan apresiasi
Mulai atur pola pikir dan bersikaplah realistis serta turunkan ekspektasi atas pekerjaan yang sedang dikerjakan sehingga kecemasan dan stres pun dapat berkurang. Selain itu, jangan lupa berikan apresiasi kepada diri sendiri atas prestasi yang dicapai.
Terapkan gaya hidup sehat
Mengonsumsi makanan sehat, mulai rutin berolahraga dan tidur yang cukup dapat mendukung tubuh yang sehat dan pikiran yang lebih mudah fokus sehingga risiko burnout akan menurun.
Ketika kamu merasa mulai mengalami burnout, pastikan untuk tetap berpikiran terbuka sata mempertimbangkan pilihan. Jangan biarkan pekerjaan yang menuntut atau tidak menguntungkan kemudian merusak kinerja, kesehatan mental dan fisikmu.
Dapatkan lebih banyak lagi artikel seputar dunia kerja, proses HR, payroll hingga bisnis akuntansi dengan klik disini.











