Alasan Karyawan Resign: Mengapa Karyawan Berkinerja Baik Bisa Pergi? 

Table of Contents

Alasan Karyawan Resign: Mengapa Karyawan Berkinerja Baik Bisa Pergi?

Alasan karyawan resign tidak selalu berkaitan dengan kompensasi atau tawaran pekerjaan yang lebih tinggi. Bahkan, karyawan dengan kinerja dan kompetensi yang baik dapat memilih untuk meninggalkan perusahaan ketika mereka tidak lagi melihat peluang untuk berkembang.

Kesempatan belajar, arah karier yang jelas, apresiasi atas kontribusi, hingga peluang untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar merupakan bagian dari pengalaman kerja yang dapat memengaruhi keputusan karyawan untuk bertahan.

Karena itu, memahami alasan karyawan resign membutuhkan perspektif yang lebih luas. Perusahaan perlu melihat bagaimana employee development, career development, dan talent management diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang mendorong karyawan berkembang sekaligus membangun komitmen jangka panjang.

Artikel ini membahas berbagai alasan karyawan resign, termasuk faktor yang mendorong high-performing employees untuk meninggalkan perusahaan serta bagaimana strategi pengembangan dan pengelolaan talent dapat mendukung employee retention.

Alasan karyawan resign

Apa Saja Alasan Karyawan Resign?

Alasan karyawan resign dapat berbeda pada setiap individu. Keputusan untuk meninggalkan perusahaan biasanya dipengaruhi oleh kombinasi antara faktor pekerjaan, lingkungan kerja, kompensasi, dan bagaimana karyawan melihat peluang mereka untuk berkembang di dalam organisasi.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan perusahaan antara lain:

Kompensasi yang Tidak Kompetitif

Kompensasi tetap menjadi salah satu pertimbangan penting bagi karyawan. Ketika gaji, benefit, atau reward yang diterima tidak lagi sebanding dengan tanggung jawab dan kontribusi, karyawan dapat mulai mempertimbangkan peluang lain.

Tidak Ada Career Path yang Jelas

Karyawan perlu mengetahui bagaimana mereka dapat berkembang setelah menjalankan peran saat ini. Ketika jenjang karier dan peluang untuk mengambil posisi yang lebih tinggi tidak terlihat jelas, mereka dapat merasa tidak memiliki arah perkembangan di dalam perusahaan.

Kesempatan Berkembang Terbatas

Karyawan yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mempelajari kompetensi baru, mengikuti program pengembangan, atau mengambil tanggung jawab yang lebih besar dapat merasa bahwa perkembangan mereka mulai stagnan.

Kurangnya Recognition

Kinerja yang baik membutuhkan apresiasi dan pengakuan yang sesuai. Recognition tidak selalu berupa kenaikan gaji atau bonus, tetapi juga dapat berupa kepercayaan untuk memimpin proyek, kesempatan mendapatkan exposure, maupun peluang untuk berkembang ke peran berikutnya.

Mendapatkan Peluang yang Lebih Sesuai

Tidak semua karyawan resign karena tidak puas dengan perusahaan. Mereka mungkin menemukan kesempatan yang lebih sesuai dengan kompetensi, career goals, atau aspirasi jangka panjang mereka.

Pada akhirnya, alasan karyawan resign tidak dapat dilihat hanya dari satu faktor. Perusahaan perlu memahami apa yang membuat karyawan merasa dihargai, berkembang, dan memiliki masa depan di dalam organisasi.

Mengapa Karyawan Berkinerja Tinggi Tetap Bisa Resign?

Menariknya, risiko kehilangan talent tidak hanya terjadi pada karyawan dengan performa rendah. Karyawan berkinerja tinggi juga dapat memilih untuk meninggalkan perusahaan ketika mereka merasa kebutuhan dan ekspektasi perkembangan kariernya tidak lagi terpenuhi.

High performer biasanya memiliki kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak yang membuat mereka memiliki market value yang kuat. Karena itu, ketika kesempatan untuk berkembang di dalam organisasi terbatas, peluang dari perusahaan lain yang menawarkan peran, tanggung jawab, atau jenjang karier baru dapat menjadi lebih menarik.

Hal ini menunjukkan bahwa performance tinggi tidak selalu berarti retention tinggi. Karyawan yang terus mencapai target tetap dapat mencari peluang lain jika tidak melihat ruang untuk belajar, berkembang, atau mengambil peran yang lebih besar di perusahaan saat ini.

High Performer Belum Tentu High Potential

Kinerja tinggi tidak selalu berarti seorang karyawan siap mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Performance menunjukkan pencapaian dalam peran saat ini, sementara potential melihat kapasitas dan kesiapan untuk berkembang ke peran yang lebih kompleks.

Karena itu, perusahaan perlu melihat keduanya dalam proses talent development. Dengan memahami performance sekaligus potential, perusahaan dapat menentukan development plan yang lebih tepat dan mempersiapkan talent untuk peluang karier serta kebutuhan organisasi di masa depan.

Apakah Employee Development Bisa Mempengaruhi Employee Retention?

Kesempatan untuk berkembang menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan karyawan dalam memilih untuk bertahan di sebuah perusahaan. Ketika perusahaan memberikan ruang bagi karyawan untuk belajar, meningkatkan skill, dan mengembangkan karier, hubungan kerja tidak hanya berfokus pada kebutuhan saat ini, tetapi juga pada perkembangan jangka panjang.

Karena itu, employee development dapat menjadi bagian dari strategi employee retention. Program pengembangan yang tepat membantu karyawan melihat peluang untuk terus berkembang tanpa harus mencari kesempatan tersebut di perusahaan lain.

Pengembangan karyawan juga perlu dilakukan secara terarah. Learning opportunity sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, kompetensi, dan tujuan karir karyawan. Dengan development plan yang jelas, karyawan dapat memahami skill yang perlu dikembangkan dan bagaimana hal tersebut mendukung career development.

Jika dilakukan dengan baik, prosesnya akan saling terhubung:

  • Learning → membangun skill baru.
  • Skill development → membuka peluang career growth.
  • Career growth → memberi kesempatan mengambil peran yang lebih besar.

Dengan menyediakan peluang perkembangan di dalam perusahaan, organisasi dapat membantu karyawan membangun karier sekaligus meningkatkan employee retention.

Bagaimana Perusahaan Mempertahankan Talent Berkinerja Tinggi?

Mempertahankan high performer bukan hanya tentang memberikan kompensasi yang kompetitif, tetapi juga memastikan mereka memiliki alasan untuk terus berkembang di dalam organisasi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan perusahaan antara lain:

Bangun career path yang jelas.

Berikan gambaran mengenai peluang dan kompetensi yang dibutuhkan untuk berkembang ke peran berikutnya.

Hubungkan performance dengan development.

Hasil performance appraisal dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pengembangan, bukan hanya untuk memberikan penilaian.

Berikan learning opportunity yang relevan.

Program pengembangan perlu disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi, peran, dan arah karier karyawan.

Buka peluang internal mobility.

Ketika karyawan siap mengambil tantangan baru, berikan kesempatan untuk berkembang melalui peran, proyek, atau posisi yang lebih besar di dalam perusahaan.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya berusaha mempertahankan talent, tetapi juga menciptakan lingkungan yang membuat mereka memiliki ruang untuk terus berkembang.

Peran Pro-Int HRIS dalam Employee Development dan Talent Retention

Pro-Int HRIS membantu perusahaan menghubungkan proses performance, learning, dan talent management dalam satu sistem. Beberapa kapabilitas yang mendukung employee development antara lain:

Performance Appraisal

Mengelola evaluasi performance dan mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan.

Learning Needs

Membantu mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran berdasarkan kebutuhan karyawan dan organisasi.

Learning Path & Learning Program

Menyusun perjalanan dan program pembelajaran yang lebih terarah sesuai kebutuhan development.

Learning Evaluation

Mengevaluasi hasil pembelajaran untuk melihat perkembangan dan efektivitas program.

Talent Management

Membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengelola talent berdasarkan kebutuhan organisasi.

Succession Planning

Mempersiapkan talent untuk mengisi peran penting di masa depan melalui development yang lebih terarah.

Kesimpulan

Alasan karyawan resign tidak selalu berkaitan dengan gaji. Kesempatan berkembang, arah karir, apresiasi, dan pengalaman kerja juga berperan dalam keputusan karyawan untuk bertahan. Karena itu, mempertahankan talent membutuhkan strategi yang tidak hanya berfokus pada retensi, tetapi juga pada pengembangan mereka.

Pro-Int HRIS membantu perusahaan mengelola employee development dan talent management secara lebih terarah melalui data dan proses yang terintegrasi. Kenali potensi talent, kembangkan kompetensinya, dan bangun strategi retensi yang lebih kuat bersama Pro-Int HRIS. #YakinDenganProInt

Mulai Transformasi Bisnis Anda

#YakinDenganProint
Partner Tepat untuk Bisnis Anda

Dipercaya oleh perusahaan-perusahaan terdepan di Indonesia