Apa itu employee retention?
Adanya karyawan yang memilih untuk mengundurkan diri adalah hal yang umum terjadi dalam perusahaan. Mereka memilih untuk mengundurkan diri karena memiliki alasan tersendiri.
Mungkin karena adanya tawaran yang lebih menarik, tidak nyaman dengan lingkungan kerja, tidak adanya jenjang karir yang jelas atau berbagai alasan lainnya.
Namun jika terlalu sering/banyak karyawan yang memilih resign maka akan berdampak pada citra perusahaan karena dianggap tidak mampu mempertahankan karyawannya dalam jangka waktu panjang.
Selain itu juga akan berdampak pada kesuksesan dan keberhasilan perusahaan karena kehilangan karyawan yang potensial.
Sehingga inilah pentingnya perusahaan untuk memperhatikan employee retention rate dan bagaimana cara untuk meningkatkannya.
Dalam artikel ini akan dibahas lebih mendalam mengenai pengertian & pentingnya employee retention serta tips untuk tingkatkan employee retention rate dalam perusahaan.
Semoga bermanfaat.
Pengertian employee retention
Employee retention adalah kemampuan perusahaan dalam mempertahankan karyawannya yang potensial, berbakat dan berkualitas dengan menerapkan beberapa strategi efektif.
Seperti menciptakan lingkungan kerja yang positif, menyediakan jenjang karir yang jelas, pemberian kompensasi serta tunjangan sesuai dengan kontribusinya, mendukung work-life balance & masih banyak lagi.
Hal ini dilakukan untuk mendorong loyalitas, komitmen serta motivasi serta memastikan karyawan agar tetap bekerja di perusahaan dalam jangka waktu lama sehingga dapat mengurangi angka turnover.
Karyawan yang merasa diperhatikan dan bahagia akan cenderung lebih produktif dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan bisnis perusahaan.
Perusahaan dengan angka turnover tinggi tentu akan merugikan perusahaan, menghambat keefektifan proses bisnisnya, mengeluarkan beban biaya, waktu dan tenaga yang lebih besar untuk mendapatkan pengganti.
Padahal belum tentu juga perusahaan akan mendapat pengganti yang sesuai kualifikasi atau bahkan lebih baik dari karyawan yang sebelumnya mengundurkan diri.
Oleh karena itu, wajib bagi pelaku bisnis untuk memperhatikan employee retention agar perusahaan dapat berjalan secara efektif dan mengoptimalisasi produktivitas bisnis dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.
Mengapa employee retention penting?

Jika ada karyawan yang resign maka akan terjadi kekosongan posisi serta adanya biaya produktivitas yang hilang. Juga dapat memengaruhi tim yang tersisa menyebabkan berkurangnya efisiensi hingga bahkan meningkatnya turnover.
Selain itu juga akan ada biaya cukup besar yang harus dikeluarkan untuk melakukan rekrutmen hingga mengadakan pelatihan bagi karyawan baru. Kehilangan talenta yang berpengalaman pun akan menghambat operasional, produktivitas dan hubungan dengan klien.
Banyaknya dampak negatif yang sudah disebut di atas menjadi salah satu alasan mengapa employee retention memiliki peran yang penting untuk dijaga dan diperhatikan dengan baik.
Perusahaan tentu mengetahui siapa karyawan yang berkinerja baik sehingga dilakukan berbagai upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas mereka.
Tingkat employee retention yang baik akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan sumber dayanya untuk kepentingan yang lebih strategis.
Sehingga membawa nilai dampak positif bagi keberhasilan perusahaan untuk rentang waktu yang panjang, meningkatkan citra yang baik mengenai perusahaan serta menekan angka turnover sekecil mungkin.
Perusahaan tidak perlu lagi kehilangan talenta yang berbakat. Karyawan pun akan cenderung lebih produktif dan menunjukkan loyalitasnya bagi perusahaan karena merasa dihargai dan diperhatikan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.
Baca juga: 6 Fase Employee Life Cycle yang Harus Perusahaan Perhatikan
Manfaat Employee Retention
Meningkatnya employee retention tentu akan berdampak langsung pada kinerja dan kesuksesan bisnis perusahaan.
Karena pada kenyataannya, lebih sulit untuk menemukan karyawan baru dengan kualitas baik daripada mempertahankan apa yang ada.
Sehingga disinilah peran employee retention. Apa saja manfaat pentingnya bagi perusahaan?
Hemat Biaya
Merekrut karyawan baru membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga dengan mempertahankan karyawan yang ada dapat mengurangi pengeluaran perusahaan secara signifikan.
Budget yang ada dapat dialokasikan untuk pengembangan dan pertumbuhan bisnis perusahaan, atau kepada bagian lain yang lebih penting.
Produktivitas meningkat
Karyawan yang sudah bekerja lama di perusahaan cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai pekerjaan dan tugas yang diemban serta sistem internal perusahaan.
Tidak hanya itu, mereka akan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien, mencegah kesalahan yang mungkin disebabkan karyawan baru serta dapat terus memaksimalkan produktivitas kerja.
Jika karyawan merasa puas dan banyak dilibatkan maka mereka akan memiliki komitmen dan motivasi yang tinggi untuk memberikan yang terbaik serta menunjukkan kinerja yang optimal bagi perusahaan.
Peningkatan Kualitas Pelayanan
Karyawan yang sudah bekerja lama cenderung memiliki hubungan yang kuat dengan client karena merekalah yang mengetahui kebutuhan, preferensi serta masalah yang berhubungan dengan client.
Selain hubungan dengan client, karyawan yang berpengalaman pun akan lebih memahami produk atau layanan yang disediakan perusahaan.
Oleh karena itu, mereka dapat memberikan pelayanan yang jauh lebih baik juga bersikap lebih responsif dan profesional untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas serta mempertahankan client. Bisnis pun akan semakin bertumbuh.
Pendapatan Meningkat
Dengan adanya kontribusi yang konsisten, peningkatan produktivitas dan semangat dari karyawan yang berpengalaman, akan mendukung pertumbuhan pendapatan dan perolehan keuntungan perusahaan.
Bertambahnya pengetahuan & pengalaman
Semakin lama seorang karyawan bekerja, semakin bertambah juga pengalaman, keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh mengenai tugas, tanggung jawab hingga struktur internal perusahaan.
Perusahaan pun dapat memanfaatkan wawasan dan keahlian mereka untuk meningkatkan kualitas kerja, operasional, inovasi hingga daya saing yang lebih baik di pasar dalam mendapatkan keuntungan.
Proses yang terstruktur
Employee retention akan menggambarkan stabilitas dalam internal perusahaan. Tidak adanya kekosongan posisi menyebabkan struktur organisasi tetap terjaga dan menjaga efisiensi serta keteraturan proses kerja.
Hal ini dikarenakan pemahaman yang luas dalam mengoperasikan sistem dan proses perusahaan dengan lebih baik.
Budaya organisasi yang kuat
Karyawan yang berpengalaman dan sudah bekerja lama akan mempertahankan serta memperkuat budaya perusahaan. Mereka dapat menjadi teladan jika ada karyawan baru, membantu mengajarkan nilai & norma yang berlaku dalam perusahaan hingga membentuk etika kerja yang diinginkan.
Meningkatkan engagement karyawan
Memperhatikan employee retention dapat meningkatkan kepuasan dan kesejahteraan karyawan. Dengan begitu, Ikatan antara karyawan dan perusahaan akan semakin kuat, menjadi bagian dari budaya yang ada serta keterlibatan mereka pun juga akan semakin meningkat.
Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi perusahaan dan mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras baik secara individu maupun tim.
Efisiensi rekrutmen dan program training
Karyawan yang telah bekerja cukup lama akan semakin terampil dan kompeten dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya.
Perusahaan yang menjaga employee retention dengan baik akan dapat meminimalisir proses rekrutmen dengan memaksimalkan jumlah karyawan yang bertahan pada perusahaan.
Dengan begitu program training yang dijalankan bukan hanya ditujukan kepada karyawan baru namun bersifat lebih berkelanjutan untuk mempersiapkan calon-calon leader perusahaan agar bermunculan secara organik.
Hal ini jelas akan menekan biaya, menghemat tenaga dan waktu sehingga dapat dialokasikan untuk kepentingan strategis dalam mengembangkan perusahaan, daripada untuk mencari serta merekrut pengganti karyawan yang mengundurkan diri.
Mengurangi turnover
Tingkat turnover yang tinggi akan memberi dampak negatif bagi operasional dan stabilitas perusahaan. Oleh karena itu memperhatikan employee retention dengan benar akan menekan angka turnover dan perusahaan dapat menghindari kemungkinan kehilangan talenta yang berharga.
Alasan Karyawan Resign
Ketika ada karyawan yang memilih mengundurkan diri, terdapat banyak faktor dan alasan. Karena itu HR harus berperan aktif dalam mencari tahu hal atau faktor apa yang menyebabkan karyawan mengajukan resign.
Tidak hanya sebatas menemukan jawabannya, namun juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap perusahaan. Berikut 14 faktor yang umum menjadi alasan mengapa karyawan memutuskan untuk mengajukan resign
- Tidak diberikan kesempatan untuk maju dan mengembangkan karir
- Waktu kerja melebihi batas normal yang seharusnya
- Suasana & lingkungan kerja tidak sehat (toxic) sehingga karyawan menjadi tidak nyaman
- Tidak adanya fasilitas pendukung yang memadai dalam perusahaan
- Karyawan tidak diberikan apresiasi atas prestasi dan kontribusinya
- Ketidakpuasan terhadap kepemimpinan perusahaan
- Tidak cocok dengan budaya perusahaan
- Beban kerja tidak sesuai kesepakatan
- Tidak adanya peningkatan gaji
- Visi & misi perusahaan tidak jelas
- Ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi
- Adanya konflik atau permasalahan komunikasi dengan atasan
- Ada keinginan melanjutkan studi
- Faktor keluarga, kebutuhan lainnya dan masih banyak lagi
Dengan mengetahui apa saja alasan yang melatarbelakangi seorang karyawan mengundurkan diri, dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan untuk mempertahankan karyawan yang berkinerja tinggi dan menurunkan angka turnover.











