6 Tugas Utama Talent Acquisition & Perbedaannya dengan Rekrutmen

Table of Contents

talent acquisition

Apakah Recruitmen dan Talent Acquisition adalah dua hal yang sama?

Proses rekrutmen merupakan hal yang vital dan berperan penting bagi perusahaan. Setiap perusahaan akan saling bersaing untuk mendapatkan karyawan yang potensial dan sesuai kebutuhan.

Dalam proses rekrutmen, setiap perusahaan tentu memiliki metode dan proses yang berbeda dalam mencari kandidat terbaik yang akan ditempatkan di perusahaan.

Selain rekrutmen, istilah talent acquisition juga bukan lagi hal yang asing karena merupakan posisi yang berkaitan dengan pencarian talenta terbaik untuk perusahaan.

Walaupun terkesan mirip hingga banyak yang menganggap rekrutmen dan talent acquisition adalah dua hal yang kerap disamakan.

Mungkin dalam segi pengertian keduanya memang sama-sama mencari kandidat yang dianggap tepat bagi perusahaan. Namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara keduanya.

Ketahui penjelasan selengkapnya mengenai apa itu talent acquisition dan apa saja perbedaan antara rekrutmen dan talent acquisition melalui artikel berikut ini!

Mengenal Talent Acquisition

Talent Acquisition adalah posisi yang berperan mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan akan tenaga kerja serta mencari talenta terbaik yang akan memenuhi kebutuhan dan berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan.

Talent Acquisition merupakan gerbang bagi calon kandidat untuk bergabung bersama perusahaan. Selain itu, juga berperan ketika perusahaan ingin meningkatkan bisnisnya dengan mendapatkan dan mempertahankan karyawan terbaiknya.

Secara singkat, seorang talent acquisition memiliki peran melakukan pendekatan untuk menarik perhatian kandidat.

Yang juga melakukan orientasi seseorang yang berbakat untuk memenuhi kebutuhan SDM perusahaan dengan efektif & efisien.

Talent acquisition memiliki tujuan jangka panjang dan berkelanjutan dalam membantu perusahaan mengumpulkan kandidat potensial untuk mengisi kekosongan posisi.

Tujuan utamanya yaitu menarik individu dengan keterampilan, pengetahuan, pengalaman dan kualitas yang relevan dengan posisi yang tersedia di perusahaan dan membangun tim yang berkualitas.

Dalam menjalankan strateginya, talent acquisition umumnya akan melibatkan proses perencanaan strategis, pemasaran pekerjaan, perekrutan, segmentasi, manajemen kandidat, melakukan employer branding, analisis hingga membentuk matriks.

Peran Talent Acquisition

memilih talenta

Talent acquisition bertanggung jawab dalam mengidentifikasi, mempelajari, menilai hingga merekrut karyawan yang cocok dengan deskripsi pekerjaan dan posisi yang sedang perusahaan butuhkan.

Seorang talent acquisition akan menjaga kualitas talenta karyawan, salah satunya membangun employer branding.

Mereka juga harus cermat dalam mengukur keberhasilan, kekuatan dan kelemahan masing-masing karyawan.

6 Tugas Utama Talent Acquisition

  1. Merencanakan kebutuhan tenaga kerja dengan memahami dan menganalisa terlebih dahulu kebutuhan posisi, bekerja sama dengan manajemen serta pemangku kepentingan. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan dan kualifikasi apa yang dibutuhkan, serta perencanaan strategis dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
  2. Bertanggung jawab menarik talenta potensial yang berkualitas dengan melibatkan pencarian secara aktif & efektif. Baik melalui penggunaan database pencari kerja, jejaring media sosial, job fair, outsourcing hingga menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan.
  3. Melakukan proses seleksi dan penilaian terhadap kandidat untuk memastikan jika individu yang nanti terpilih harus memenuhi kriteria dan kualifikasi yang sesuai dan sudah ditetapkan. Melibatkan tinjauan melalui aplikasi, proses interview, tes keterampilan dan penilaian lainnya untuk mengevaluasi potensi calon karyawan.
  4. Mengelola seluruh proses rekrutmen mulai dari pengumuman lowongan pekerjaan hingga pengambilan keputusan akhir. Menjadwalkan wawancara, koordinasi tes dan penilaian, memberikan feedback kepada kandidat, negosiasi gaji & tunjangan, juga menjaga komunikasi yang baik sepanjang proses rekrutmen.
  5. Berperan dalam membangun employer branding untuk memberikan citra positif perusahaan sebagai tempat kerja yang nyaman dan menarik, dapat melalui kegiatan pengoptimalan website karir, memperkuat media sosial perusahaan, berpartisipasi dalam berbagai event serta memberikan pengalaman yang baik dan menjaga hubungan yang positif dengan para kandidat
  6. Melakukan evaluasi, analisis dan pengukuran terhadap efektivitas strategi perekrutan dan proses seleksi yang perusahaan lakukan dengan tujuan meningkatkan praktik yang dijalankan. Mengoptimalkan hasil yang diperoleh dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perekrutan dan perolehan bakat.

Jika dirangkum peran seorang talent acquisition memastikan bahwa perusahaan memiliki tenaga kerja yang tepat, berkualitas dan sesuai kebutuhan jangka panjang perusahaan.

Mereka bertindak sebagai mitra strategis dalam membangun tim yang kuat, mendukung pertumbuhan dan keberhasilan organisasi.

Perbedaan Rekrutmen & Talent Acquisition

perbedaan recruitment  talent acquisition

Recruitment (perekrutan) dan talent acquisition (perolehan bakat) memang saling berkaitan, karena keduanya berperan dalam mencari dan merekrut SDM bagi perusahaan.

Oleh karena itu, tidak jarang perusahaan memasukkan talent acquisition ke dalam bagian dari rekrutmen.

Namun pada dasarnya, kedua hal ini memiliki perbedaan penting yang mendasar, sebagai berikut:

Perencanaan Strategi

Talent acquisition melibatkan pendekatan strategis jangka panjang yang mapan dan terperinci dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan yang tepat serta pengembangan employer branding.

Sedangkan rekrutmen adalah kebutuhan jangka pendek. Prosesnya lebih sederhana & berfokus pada aspek taktis dalam mengisi kekosongan posisi yang tersedia sesuai deskripsi job qualification yang dibutuhkan perusahaan.

Kualitas & Kuantitas

Rekrutmen sering kali terfokus pada pencarian kandidat yang memenuhi kriteria dasar posisi yang tersedia. Sedangkan talent acquisition menargetkan kandidat dengan keterampilan, pengetahuan & potensi sesuai kebutuhan jangka panjang perusahaan.

Rekrutmen berfungsi untuk mengisi posisi yang sedang kosong. Talent acquisition memiliki tugas yang lebih kompleks dalam mencari talenta yang terbaik bagi perusahaan dengan tujuan menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman dan suportif.

Aktif & Pasif

Rekrutmen cenderung bersifat lebih reaktif dalam mencari kandidat yang akan mengisi kekosongan posisi yang tersedia. Juga menanggapi pengajuan lamaran berdasarkan kualifikasi yang dimiliki, apakah akan diterima atau ditolak.

Sedangkan talent acquisition melibatkan pencarian proaktif melalui perluasan network, penggunaan media sosial atau menjalin kemitraan untuk menarik talenta yang potensial & relevan, serta memotivasi kandidat untuk mengembangkan potensinya.

Proses seleksi

Dalam proses pemilihan kandidat, rekrutmen dilakukan dengan lebih cepat, singkat dan efektif. Mulai dari meninjau cv, melakukan kegiatan interview hingga memilih kandidat yang paling sesuai dengan posisi yang tersedia.

Oleh karena itu, proses rekrutmen cenderung lebih ketat dan selektif untuk menentukan kandidat mana yang paling cocok diantara yang lain.

Sedangkan talent acquisition lebih luas dan luwes dalam pemilihan kandidat yang paling sesuai untuk posisi yang tersedia. Melibatkan perencanaan pemasaran pekerjaan, pengujian keterampilan & identifikasi talenta yang dapat berkontribusi pada perkembangan perusahaan di masa depan.

Durasi dan Biaya

Salah satu perbedaan utama rekrutmen dan talent acquisition adalah jangka waktunya, dimana rekrutmen memiliki durasi waktu yang lebih pendek sehingga biaya yang dikeluarkan relatif lebih kecil.

Lain halnya dengan talent acquisition yang memiliki fokus lebih luas dan berkelanjutan sehingga membutuhkan durasi waktu yang lebih panjang serta biaya yang dikeluarkan juga lebih besar.

Kemajuan dan perkembangan bisnis

Proses rekrutmen cenderung tidak berkaitan langsung dalam perkembangan bisnis karena dilakukan hanya untuk mengisi kekosongan posisi. Sehingga tidak dapat dianggap sebagai proses yang mempengaruhi kesuksesan bisnis di masa depan.

Sedangkan talent acquisition melibatkan perencanaan dan penyusunan strategi matang yang berhubungan dengan kemajuan serta perkembangan bisnis di masa depan melalui analisis tren, tuntutan dan kebutuhan pasar.

Meskipun rekrutmen dan talent acquisition memiliki perbedaan, keduanya penting dan akan saling melengkapi dalam upaya merekrut dan mengelola tenaga kerja dengan lebih baik.

Oleh karena itu, sangat baik jika perusahaan dapat mengintegrasikan kedua peran ini untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam mendapatkan talenta yang berkualitas.

Setelah lebih mengenali talent acquisition dan yang membedakannya dengan rekrutmen, apa saja tantangan dan indikator kesuksesan seorang talent acquisition?

Klik disini untuk dapatkan informasi selengkapnya.

Mulai Transformasi Bisnis Anda

#YakinDenganProint
Partner Tepat untuk Bisnis Anda

Dipercaya oleh perusahaan-perusahaan terdepan di Indonesia