Pro-Int Dinamika

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Pentingnya Menyusun Laporan Keuangan dengan Tepat dan Akurat

Mendekati akhir tahun, perusahaan akan mulai disibukkan dengan berbagai kegiatan yang wajib dilakukan setiap tahunnya karena berperan penting dalam perkembangan bisnis. Salah satunya adalah penyusunan laporan keuangan.

Laporan keuangan perusahaan bertujuan sebagai acuan dalam pengembangan bisnis, alat evaluasi, dasar pengambilan keputusan, pertimbangan investor hingga penentuan pajak perusahaan. Secara umum, laporan keuangan akan menggambarkan seberapa sehat bisnis yang dijalankan perusahaan.

Setiap detail angka yang tercatat dalam laporan keuangan akan mempengaruhi proses evaluasi laba rugi yang perusahaan dapatkan dalam satu periode. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku bisnis untuk tidak mengabaikan proses pembuatan laporan keuangan ini dan dalam proses pengerjaannya harus dilakukan secara tepat dan teliti.

Pembuatan laporan keuangan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan dan pengerjaannya pun dapat memakan waktu yang lama, tidak hanya satu atau dua hari. Bahkan tidak jarang mengharuskan adanya lembur karena mengejar untuk diselesaikan seluruhnya sebelum kegiatan akhir tahun.

Karena banyak hal yang harus disiapkan dan diperhatikan dalam proses penyusunannya, sehingga tidak heran jika beberapa pelaku usaha yang baru terjun dalam dunia bisnis akan merasa bingung dan kewalahan.

Penjelasan selengkapnya mengenai pengertian, fungsi, permasalahan yang sering dihadapi, hingga solusi otomatisasi pembuatan laporan keuangan akan tersedia pada artikel di bawah ini!

Apa itu Laporan Keuangan?

laporan keuangan adalah

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), laporan keuangan adalah dokumen terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas usaha. Laporan keuangan akan menampilkan sejarah entitas yang dikuantifikasi dalam nilai moneter. 

Pengertian laporan keuangan menurut Kasmir (2016) adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Sedangkan menurut Suteja (2018), laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari proses akuntansi selama periode tertentu yang digunakan sebagai alat komunikasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah laporan yang berisi pencatatan uang dan seluruh transaksi keuangan yang berlangsung dalam bisnis, baik transaksi pembelian, penjualan hingga berbagai transaksi lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan moneter pada periode tertentu.

Laporan keuangan umumnya dibuat dalam periode tertentu yang ditentukan oleh kebijakan perusahaan, bisa setiap bulan atau bahkan setiap satu tahun sekali, dan tidak menutup kemungkinan ada perusahaan yang menggunakan keduanya.

Pembuatannya pun harus dilakukan dengan tepat dan cermat karena akan dilaporkan dan harus dapat dipertanggungjawabkan sebagai bahan evaluasi perkembangan bisnis perusahaan ke depan.

Tujuan Laporan Keuangan Perusahaan

Keuangan merupakan indikator penting dalam bisnis dan juga sebagai penentu bisnis akan berkembang atau malah sebaliknya. Oleh karena itu, pengelolaan laporan keuangan harus dilakukan dengan akurat sesuai standar yang berlaku dan oleh pihak yang tepat serta berpengalaman.

  1. Untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan
  2. Menyajikan data yang lengkap dan akurat mengenai kondisi keuangan perusahaan secara spesifik
  3. Sebagai bahan pertimbangan bagi para pelaku bisnis dan pemangku kepentingan dalam melakukan evaluasi dan mengambil langkah serta keputusan yang tepat demi kelangsungan bisnis atau bahkan jika terjadi masalah pada keuangan perusahaan
  4. Laporan keuangan yang dikelola dengan baik akan meningkatkan kredibilitas perusahaan
  5. Menjadi bahan evaluasi bagi pelaku bisnis dalam mengelola usaha yang dimiliki, mencakup kemampuan merancang strategi jangka panjang maupun pendek, struktur modal perusahaan, distribusi hingga efektivitas penggunaan aktiva.

Fungsi Laporan Keuangan bagi Perusahaan

Laporan keuangan menjadi salah satu indikator yang penting bagi perusahaan karena perannya sebagai alat bantu dalam menilai kondisi keuangan perusahaan secara umum dan menyeluruh. Berikut beberapa fungsi lain dari laporan keuangan:

Bahan Review & Evaluasi Perusahaan

Data yang diperoleh dari laporan keuangan bersifat komprehensif dan akan menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh dalam satu periode tertentu. Data ini akan digunakan sebagai bahan review mengenai kondisi perusahaan, mulai dari jumlah aset, hutang-piutang, biaya operasional hingga kondisi keuangan lainnya.

Pendukung Proses Pengambilan Keputusan

Laporan keuangan penting karena kegunaannya sebagai bahan pertimbangan dan pendukung pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan. Dengan begitu, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara objektif dan akurat, juga dapat dipertanggungjawabkan.

Perencanaan strategi baru

Data yang disediakan dalam laporan keuangan dapat digunakan sebagai dasar untuk menciptakan strategi baru dalam upaya meningkatkan performa bisnis agar dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik.

Peningkatan Nilai Kredibilitas Perusahaan

Perusahaan yang mengelola laporan keuangannya dengan baik membuktikan bahwa mereka memiliki rekapan data yang akurat dan terpercaya. Hal ini menunjukkan jika perusahaan tersebut tidak sembarangan dalam pengambilan keputusan untuk kemajuan bisnisnya dan dapat dipercaya karena memiliki kredibilitas yang baik.

5 Jenis Laporan Keuangan

aplikasi keuangan perusahaan

Terdapat lima jenis laporan keuangan utama pada bisnis dengan fungsi dan prinsip yang berbeda, sehingga pembuatannya pun harus dibedakan sesuai dengan peruntukannya dan transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Berikut penjelasannya.

1. Laporan Laba-Rugi (profit and loss statement)

Merupakan laporan keuangan perusahaan yang dibentuk dengan tujuan untuk mengetahui seluruh pengeluaran dan pemasukan secara lengkap dan terperinci. Laporan ini akan menjelaskan kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu sehingga dapat dijadikan sebagai dasar evaluasi manajemen dan pengambilan keputusan bisnis.

Laporan laba-rugi akan menunjukkan apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian pada satu periode tertentu. Pembuatannya dapat dilakukan pada akhir tahun atau akhir bulan, mengikuti ketentuan yang berlaku di perusahaan. Ada 2 jenis laporan laba rugi yang umumnya digunakan oleh bisnis:

  • Single step model, bentuknya lebih sederhana, digunakan pada skala bisnis yang tidak terlalu besar dan menunjukkan hanya satu kategori pendapatan dan pengeluaran
  • Multiple step model, bentuknya lebih kompleks dan berisikan informasi yang lebih lengkap karena terdapat pembagian beberapa kategori pendapatan dan pengeluaran. Mulai dari memisahkan transaksi operasional dan non operasional, bandingkan biaya dan beban pendapatan yang berkaitan, kemudian hitung laba operasional yang akan menunjukkan perbedaan aktivitas biasa dan insidentil.

2. Laporan Neraca

Neraca berguna sebagai penunjuk kondisi dan posisi keuangan yang menyajikan informasi seputar aset, kewajiban dan modal perusahaan dalam satu periode secara detail dan menyeluruh. Laporan ini bertujuan membantu perusahaan merencanakan project dan strategi bisnis kedepannya.

Dalam laporan neraca terdapat informasi mengenai aset, kewajiban dan modal usaha secara lengkap dan terperinci.

  • Aset (aktiva) merupakan sumber daya yang dimiliki bisnis dan terdaftar secara hukum & bernilai ekonomi (mobil, tanah, uang tunai, inventaris, dll), terbagi atas aktiva lancar & tidak lancar
  • Kewajiban merupakan utang yang harus dibayarkan kepada seseorang atau pihak lain, sebagai contoh pinjaman bank, pajak, biaya sewa bangunan & gaji yang terutang
  • Modal merupakan harta kekayaan bersih yang dimiliki perusahaan setelah dikurangi kewajiban, terdiri dari saham disetor, laba ditahan, cadangan laba, dan modal lainnya.

3. Laporan Perubahan Modal

Merupakan jenis laporan keuangan yang menggambarkan seberapa besar perubahan modal beserta penyebabnya, apakah perubahan baik berupa peningkatan ataupun penurunan modal usaha dalam satu periode akuntansi.

Laporan ini berisikan besarnya perubahan modal keuangan, mulai dari modal awal, pengambilan dana dari periode tertentu hingga total laba/rugi bersih yang perusahaan peroleh. Laporan ini akan membantu perusahaan dalam membuat perencanaan strategi perusahaan kedepan.

4. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas akan membantu perusahaan memahami arus masuk dan keluarnya aliran kas dalam mendeteksi baik-buruknya kinerja bisnis. Laporan ini juga digunakan sebagai indikator dalam memprediksi arus kas di periode selanjutnya.

Arus kas masuk diperoleh melalui hasil operasional, kas, pendanaan atau pinjaman yang dibuat perusahaan. Sementara itu, arus kas keluar diperoleh melalui banyaknya biaya operasional dan investasi yang perusahaan lakukan.

  • Operasional (Operating Activities)

Terdiri dari kegiatan operasional perusahaan yang berkaitan dengan penjualan, pembelian dan pengeluaran operasional yang meliputi penjualan barang dan jasa dari customer, pembayaran bunga & pajak pendapatan, pembayaran sewa, gaji & upah pekerja.

  • Investasi (Investing Activities)

Berkaitan dengan arus kas yang dihasilkan dari penjualan maupun pembelian aktiva tetap, sebagai contoh penjualan pabrik, mesin, peralatan & aset tidak lancar lainnya.

  • Pendanaan (Financing Activities)

Berasal dari penambahan modal perusahaan, dengan memasukkan penambahan atau pengurangan nilai kas yang berasal dari kewajiban jangka panjang & ekuitas pemilik.

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Biasanya hanya dibuat oleh perusahaan berskala besar, yang disusun dengan tujuan untuk menyajikan informasi yang memadai dalam laporan keuangan perusahaan serta berisikan info tambahan yang akan menggambarkan kondisi perusahaan secara rinci.

Dengan adanya dokumen ini maka perusahaan dapat memahami secara menyeluruh jenis laporan keuangan lainnya dan yang akan menjadi indikator penting dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Mudahkan Pembuatan Laporan Keuangan Akhir Tahun dengan Aplikasi ERP

Laporan keuangan menjadi salah satu komponen yang penting bagi perusahaan. Pembuatannya rumit dan akan memakan banyak waktu hingga berhari-hari apabila dilakukan secara manual. Namun, sekarang tidak perlu pusing lagi!

Aplikasi ERP memberikan kenyamanan dalam pembuatan laporan keuangan yang tidak lagi sulit sehingga bisnis proses pun menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan fitur yang lengkap dan saling terintegrasi, pencatatan seluruh transaksi keuangan, baik pengeluaran maupun pemasukan perusahaan, dapat lebih mudah dan praktis untuk dilakukan.

Pro-Int ERP menyediakan kemudahan bagi para pelaku bisnis dalam menyederhanakan pembuatan laporan keuangan perusahaan. Akses data real time sehingga pengendalian bisnis dapat dilakukan kapan saja & dimana melalui perangkat mobile yang disediakan.

Selain hemat waktu, otomatisasi pembuatan laporan keuangan akan menghindari terjadinya kesalahan pencatatan karena human error. Laporan yang dihasilkan pun akan lebih akurat. Konsultasikan kebutuhan aplikasi untuk kelola bisnis proses perusahaan Anda bersama kami sekarang & rasakan sendiri manfaat yang akan didapatkan dengan pakai Pro-Int ERP. Hubungi kami sekarang!

Kelola HR Otomatis

Absensi Online, Payroll, PPh 21, Mengatur Jadwal Kerja Karyawan Sampai Mengelola Pengembangan Karyawan atau Performance Appraisal

Terintegrasi Dalam Satu Aplikasi 

Coba Sekarang

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Baca Artikel Lainnya :

PT Pro-Int Dinamika

Telp: +62 2150122299

Email: sales@pro-int.com

Lippo St. Moritz Office Tower, 17th Floor,

Unit 1701, West Jakarta City,

Jakarta 11610

© Pro-Int Dinamika 2021. All Right Reserved